• MA AL-IMAN ADIWERNA
  • Al Iman Lebih Baik, Lebih Baik MA Al Iman

Malam yang Penuh Kemuliaan

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Bulan ini merupakan bulan yang mulia. Di dalamnya terdapat sebuah malam. Tak banyak orang yang tahu kapan ia datang. Malam ini memiliki nilai, yang mana lebih daripada seribu bulan. Malam apa ini ? Kenapa ada malam yang seperti ini ? Inilah malam yang penuh kemuliaan, yakni malam lailatul qadar di bulan Ramadhan.

Malam Di Bulan Ramadhan

Dalam buku berjudul Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dijelaskan bahwa kata puasa dalam bahasa arab adalah shiyam. Secara bahasa, memiliki  menahan diri dari segala sesuatu. Sedangkan puasa Ramadhan menurut syari’at islam, adalah suatu amalan wajib yang dilakukan dengan menahan dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT. Sebagaimana dalam Alquran, Allah SWT. berfirman :

 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, "

(QS. AL Baqarah : 183)

 

Adapun ayat yang menerangkan mengenai bulan yang mana ada sebuah malam yang penuh kemuliaan, dapat dilihat pada Alquran. Allah SWT. Berfirman :

 

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

(QS. Al Qadr : 1 -5) .

 

Dan juga pada ayat berikut :

 

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. 

(QS. AL Baqarah : 185)

 

Saat bulan Ramadhan, umumnya ada peningkatan baik dari sisi aktivitas ibadah maupun sosial. Namun di masa pandemi seperti sekarang ini, dimana memang salah satu persyaratan dalam pencegahan yang diterapkan salah satunya adalah social distancing, membuat denyut sosial terutama berkaitan dengan ekonomi menjadi kurang kencang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan seperti buka puasa bersama kurang nyaring terdengar, mal dan tempat belanja relatif sepi. Stasiun, terminal, dan bandara yang biasanya sesak dengan para pemudik, sekarang terlihat lebih kosong melompong.

Namun yang terjadi sebaliknya, justru dari kegiatan yang bersifat spritual, seperti peribadatan, yang dapat dikatakan tak banyak berubah. Bahkan mungkin bagi sebagian pandangan masyarakat , bisa jadi terlihat malah semakin meningkat. Perintah untuk melakukan pembatasan secara sosial justru malah makin meningkatkan grafik ketaqwaan seseorang. Kegiatan pengajian masih relatif sering digelar. Begiru pula infaq, sadaqah, shalat tarawih, hingga ibadah-ibadah sunnah lainnya yang juga masih relatif sama seperti sebelum pandemi. 

 

 

 

Beberapa kegiatan diatas, kadangkala tidak hanya dilakukan secara fisik, tapi juga virtual atau online. Kehadiran internet yang cukup pesat akhir-akhir ini ternyata juga memberikan kontribusi bagi kegiatan peribadatan di bulan Ramadhan kali ini. Seperti survei yang dilakukan Asian Consumer Intelligence 2018  mengenai aktivitas muslim modern di bulan Ramadhan. Hasil dari survei menyebutkan, 61 persen dari orang Indonesia menggunakan aplikasi atau situs web unutk mengetahui waktu ibadah. Ada sekitar 45 persen peningkatan pada penggunaan internet untuk penelusuran terkait dengan agama. Dan juga adanya kenaikan sekitar 40 persen dalam akses ke Youtube untuk pencarian konten video mengenai ceramah para ustad dan kyai, lagu religi, dan masalah-masalah fiqih.

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan keutamaan. Dan keutamaan ini hanya dapat dirasakan oleh orang yang menjalankan puasa saja. Selain itu dilihat dari ayat diatas, dapatlah kita lihat bahwa didalam bulan Ramadhan terdapat malam yang penuh kemuliaan. Malam itu  adalah malam Qadar atau lebih sering disebut dengan Lailatul Qadr.  Menurut Ahmad Sarwat dalam bukunya yang berjudul Mendapat Lailatul Qadr, terdapat banyak keutamaan daripada Lailatul Qadr. Antara lain :

 

  •   Malam Turunnya Alqur’an

Sudah ada ijma’ dari para ulama bahwa malam Qadar adalah malam diturunkannnya Alqur’anul Karim. Dalil itu dapat terlihat dalam firman Allah SWT dalam surat Al Qadr ayat 1 :

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Qadar).”

 

Alqur’an merupakan kiab suci dan juga mukjizat utama Rasulullah SAW. Kitab suci ini dijamin tetap dijaga oleh Allah SWT, hingga nanti hari kiamat tiba.

 

  •   Lebih Baik dari seribu Bulan

Lailatul Qadr adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al-Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Seperti  telah diterangkan dalam firman Allah SWT di surat Al Qadr ayat  2 dan 3.

 

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

 

Para ulama menetapkan bahwa bila seseorang beramal shalih di malam Qadar itu, maka dia akan mendapat pahala seperti melakukannya dalam 1000 bulan.

 

  •   Turunnya para Malaikat

Terusan ayat di atas adalah penegasan dari Allah SWT bahwa di malam itu turunlah para malaikat ke atas muka bumi.

 

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”  (QS. AL Qadr : 4)

 

Al-Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa dari setiap lapis langit dan juga dari Sidratil Muntaha, para malaikat turun ke bumi, untuk mengamini doa umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga terbitnya fajar, atau masuknya waktu shubuh. Selain itu disebutkan bahwa para malaikat turun untuk membawa ketetapan taqdir untuk setahun ke depan.

 

  •   Keselamatan

Malam Qadar juga disebutkan dalam lanjutan ayat di atas sebagai malam yang ada di dalamnya keselamatan hingga terbitnya fajar. Adh-Dhahhak berkata bahwa maksudnya pada malam itu Allah SWT tidak menetapkan sesuatu kecuali keselamatan hingga datangnya fajar. Sedangkan di malam lain, selain keselamatan juga Allah SWT menetapkan bala’. Mujahid berkata bahwa maksudnya malam itu malam yang di mana setan tidak bisa melakukan perbuatan jahat dan keburukan.

 

  •   Eksklusif milik umat Nabi Muhammad SAW

Jumhur ulama sepakat bahwa keistimewaan malam Qadar ini hanya berlaku untuk umat Muhammad SAW saja. Sedangkan umat-umat terdahulu tidak mendapatkan keistimewaan ini. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa’

"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya -yang relatif panjang- sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan. (HR. Malik)

 

Semoga di Bulan Ramadhan ini kita dapat meraih malam yang dimuliakan ini. Kalaupun memang masih belum, semoga di tahun depan, jika kita kembali bersua dengan Ramadhan, kita dapat meraih malam yang dimuliakan dan penuh dengan ampunan ini. Amin ya robbal ‘alamin...

 

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh...

Komentari Tulisan Ini